Siang tadi hujan yg tidak begitu deras menenggelamkan Rumah tercinta dan memaksa kami untuk menginap di Kantor. Ini adalah kali ketiga dimana kami harus berkutat lagi dengan banjir. Tampaknya perlu segera dibangun Banjir Kamar Timur nih!! Ga tau kenapa, setahun terakhir ini banjir begitu akrab menyambangi tempat tinggal kami.
Sudah jenuh rasanya hati ini ketika harus selalu berdebar-debar waktu hujan turun dengan derasnya. Persiapan mencegah-pun sudah dilakukan serapi mungkin, tapi apa daya.. Ternyata air punya jalan sendiri, seakan punya pikiran sendiri dia mencari sela-sela rongga pintu yg tidak siap menerima kedatangannya. Dan secepat air mengalir, dalam hitungan seper sekian menit, tempat tinggal kami pun langsung tergenang dengan ketinggian air mencapai mata kaki orang dewasa .
Tidak bisa dibayangkan, bagaimana jika terjadi banjir yang lebih besar, seperti banjir yg terjadi di Jakarta, dan kawasan-kawasan lain di Indonesia dan dunia. Alangkah betapa repotnya, betapa sedihnya, dan betapa sengsaranya kita..
Turut Berduka yang sedalam-dalamnya bagi para korban bencana Banjir di seluruh Indonesia dan dunia. Semoga musibah kali ini memberikan pelajaran betapa pentingnya sebuah persiapan dan kesadaran diri akan lingkungan di sekitar kita.
Tetapi, di sedihnya malam ini, aku temukan diaa…
*busyet gw kok kurusan ya’.. :p







