Archive for anak ayam

dan si ‘Anak Ayam’-pun harus kehilangan [lagi]..

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , on June 22, 2009 by abah

[Tidak] Seperti kata pepatah, “Bagai anak ayam ditinggal induknya”, si ‘anak ayam’ yang satu ini terlihat lebih tegar tatkala harus ditinggal oleh seseorang yang sangat disayanginya. Berat memang apa yang harus dialaminya sehari kemaren, tetapi sorot matanya mengatakan bahwa dia harus kuat, dia harus sabar, dan yang terpenting dia harus ikhlas. Kejadian ini bukan kali pertama menimpanya, beberapa tahun silam-pun dia pernah merasakan hal yang sama, kehilangan salah satu orang terkasih..

“Dan yang menjadi juaranyaaa adalaah ‘Anak Ayam’, horeeee..” Plok..plok..plok…
Sebuah kalung berhiaskan dua buah roti beserta satu kado berisikan boneka anak ayam-pun berhasil Ia sabet dengan sukses. Dan suara riuh tepuk tangan-pun sekali lagi bergema di ruang nan sempit itu.. :)

Suasana dua hari yang lalu itu serasa begitu jauh berbeda dengan suasana keesokan paginya, canda tawa di sore itu berganti dengan derai air mata penuh duka. Hati ini seakan ikut merasakan bagaimana kelabunya pagi itu, ya Allah ampunilah dosa-dosa beliau, berikan beliau tempat yang layak disisi-Mu, dan bagi keluarga yang ditinggalkan berikan ketabahan serta keikhlasan dalam menghadapi ini semua.

Satu hal yang paling pasti di dunia ini adalah kematian, kita tak pernah tahu kapan sang malaikat maut akan mencabut nyawa kita, kita hanya dan harus ‘cukup siap’ saja dalam menghadapainya. Pertanyaannya, apakah sekarang kita sudah ‘cukup siap’??

Yang sabar ya nak.. Kita akan selalu disampingmu, menemanimu, berbagi sedih dan tawa ini…

When youre feeling sad and low
We will take you where you gotta go
Smiling, dancing, everything is free
All you need is positivity..

Just Spice up Your Life!!!!