Semangat PAGIII!!! Salam Super para pemirsa.. :p
Setelah berjibaku untuk 3 hari 3 kota, aduh booo’ cape duuueehhh!!! Walau banyak yg tidak sesuai jadwal, tapi alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, dengan sedikit diiringi badan yang remuk redam, terpecah belah, plus sedikit encok dan pegel-pegel, yang biasa disebut orang jawa sebagai ‘Balung Tuo‘, hehe.. But, it’s okay, sekalian latihan pisik menjelang mudik, yang kebetulan hari ini 2 September 2008 tepat H-28 menjelang hari raya Iedul Pitri (ini pake P-nya Panta, bukan pake P-nya Piktoria!! :p)
Perjalanan panjang itu dimulai dengan derai air mata orang2 terkasih dan lambaian tangan mereka yg penuh makna.. (haha,mulai gombal lagi :p) Yups, perjalanan malam itu terasa begitu menyedihkan, bukan karena mau pergi, tapi karena salah naik armada, harusnya naek kreta eh kok jadinya naek bis, hahahah… Ya sudah lah, yang penting nyampe di Jogja dengan selamat ndak kekurangan suatu apapun dan rencana awal terselesaikan semua tanpa suatu godaan yang berarti, hehehe…
Masalah mulai timbul ketika mencari tiket untuk pergi ke Jakarta pada malam harinya, dalam angan2 saya arus yg padat itu terjadi dari jakarta ke Jogja, tapi saya SALAH, ternyata dari Jogja ke Jakarta arusnya luar biasa, ratusan bahkan ribuan tiket sudah habis dipesan, apa mau dikata, akhirnya kuputuskan untuk naik bus lagi dari terminal Jombor. Mengingat waktu telah menunjukan pukul stgh 12 maka dengan langkah gontai aku menuju masjid untuk menunaikan Sholat Jumat, tapi tiba2 hapeku bergetar dengan kerasnya, terasa guncangan begitu hebat mendera pahaku, owh owh owh siapakah ini?? Setelah kulihat, ternyataaa jeng jeng jeng.. Haha, ternyata bukan sapa sapa, cm miscoll doank dianya, kekeke… Tapi setelah saya usut demi usut, ada secercah harapan bagus, bahwa ternyata ada yg batalin keberangkatan ke Jakarta malam ini, huwaaaaa senangnya hati ini. Yaps, akhirnya bisa naek kreta juga, as expected!!! Alhamdulillah..
Tepat pukul 18.30, kereta Senja Utama Yogjakarta berangkat menuju St. Pasar Senen Jakarta, setelah sebelumnya makan nasi kucing di dekat stasiun, kusiap berangkat menuju Jakarta. Maaak, doain Entong yah.. (Loh?? :p) Kubayangkan perjalan yang enjoy, penuh dengan mimpi, karena badan udah capek makanya penginnya langsung tidur aja di kereta, tapi bukannya tidur, eee malah ngobrol ama penumpang disebelah, saking serunya sampe lupa tidur deh, pas udah ngantuk ternyata tidurnya ndak nyenyak jg, nasib nasib!! Tapi ndak papa lah, akhirnya pukul 4 pagi sampe pula di Jakarta, lagi-lagi dengan selamat, Alhamdulillah. Masih pagi umun-umun, kuputuskan untuk pergi ke mushola sejenak untuk sholat subuh, sekalian menunggu biar agak terang dikit, maklum lah di Jakarta, klo masih gelap2 gitu agak takut jg klo terjadi apa2. Selesai sholat langsung menuju kost teman, untuk meluruskan badan sejenak, mengendurkan otot-otot yang semalam sempat tegang, dan memejamkan mata menuju alam mimpi yang lebih menenangkan. Tak berapa lama, akupun tertidur pulas zzzzzzz…
Tepat jam 10 pagi ku terbangun, suara dering HP membangunkanku dengan serta merta, tanpa tedeng aling-aling, uuuggh masih ngantuk sekali, kuingin memejamkan mata ini lebih lama lagi, ya udah ga lama-lama deh, 10 menit saja, oke.. WooOOOOOiiiii BANGUUUUUNNN!! Dah sepuluh menit nih, si HP membangunkanku kembali dengan egonya, halah… 
Langsung ku menuju kamar mandi untuk membanjurkan bergalon-galon air ke sekujur tubuhku agar badan ini menjadi segar kembali, dan siap untuk beraktifitas [lagi]. Tepat jam 11 aku sudah berada di pinggir jalan lagi, setelah sebelumnya menyantap masakan Warteg sebagai pengganjal perutku di perjalan. Ku sebrangi badan jalan itu, tuk menyetop angkutan andalan klo lagi di Jakarta, bukan si eniwei betewei dan buswei itu, tp si mikrolet P20, ya mikrolet yg udah usang itu begitu berarti, karena membelah jakarta dari pasar senen ampe lebak bulus, hehehe..
Jam dinding di tanganku menunjukkan pukul 16.00 (Loh, kok bisa.. :p), setengah jam lagi kereta Parahyangan siap meluncur ke Bandung. Dengan agak tergesu (tergesa-gesa dan kesusu) aku turun dari lantai 4 untuk segera berhambur keluar mencari taksi yang siap mengantarku ke St.Gambir.
“Pak, agak cepet yah!!”, pintaku ke pak sopir dengan ramah. Taksipun meluncur dengan kecepatan tidak terduga, wuuuuuzzzzz kecepatan mencapai 20km/jam dan terus menurun dengan tajam, owh ternyata di depan macet, hehehe… Duh kok malah ketawa, harusnya kan berdebar-debar, jam udah mepet, mana macet, kereta bentar lagi jalan, haduh. (Sekarang mode jadi serius) Mulutku komat-kamit merapal mantra, dengan fasihnya sampe akhirnya nyampe jg ke stasiun dengan jam tepat menunjukkan 16.25. Ku segera berlari menuju loket, tapi apa yang aku dapati, cuma selembar kertas bertuliskan “Tiket Parahyangan jam 16.30 HABIS”, oowwh nnooo.. What should I do…
Akhirnya kuputuskan naik bus saja, terpaksa dari Gambir langsung menuju UKI, dan tak lupan naek P20 dulu menuju Perempatan Kuningan, agar cepat sampe di UKI. Sesampainya di UKI, keadaaan tak jauh berbeda, lautan manusia telah siap memasuki bus untuk menuju daerah masing-masing, maklum lah, sesaat sebelum bulan puasa, pasti jalanan ramai!! Kucari sesosok bus Primajasa, tapi kok tidak kelihatan batang hidungnya. Akhirnya kuputuskan untuk naek bus seadanya, perbuatan yg belum pernah aku lakukan sebelumnya, dengan pertimbangan supaya tidak kemalaman sampe di Bandung. Tepat pukul 18.12 bus meluncur menuju Bandung. Ah, paling 2 jam nyampe pikirku.. Kucoba untuk memejamkan mata ini, lumayan 2 jam setidaknya bisa memberikan sedikit tambahan energi. 5 menit pertama masih melek, 10 menit berikutnya masih belum terpejam, satu jam setelah itu masih saja belum tidur, setengah jam selanjutnya masih terjaga, AAARRRGGGHHHHHH!!!!! Jam 20.30 akhirnya tiba di bandung, tanpa tidur…
Keesokan harinya, tibalah waktu untuk ULTAH Alika, can’t wait for it, hehehe… Setjara, baru kali ini berkesempatan moto anak2 pas Ultah, apalagi dengan adanya tambahan badut dan Barney, acara dijamin seru. Tak pelak, acara berlangsung meriah tapi lebih tepatnya menjurus ke Anarkis, karena banyak anak2 kecil yg berlarian karena begitu senengnya bisa melihat langsung bahkan berpelukan dengan badut Barney yang notabene selama ini si Tokoh hanya bisa dilihat di Tivi. Sesaat setelah makan siang tibalah session pemotretan, begitu lampu di setting, si barney pun dipanggil untuk menjadi objek utama pemotretan bersama anak-anak. Baru dapet dua kali jepret, anak-anak mulai heboh lagi untuk memegang Barney, dan akhirnya lampu pun jatuh, dan CUUUUUTTT!!! (Pemotretan harus diulang lagi, dassar anak-anak :p)
Walau banyak yg semangat sekali dengan Barney, tp ga sedikit pula yang takut, celeeemm katanya, hehe.. Setelah pemotretan, hasilnya dicetak dan dimasukkan ke dalam frame, dan langsung bisa dibawa pulang oleh para tamu undangan sebagai Souvenir. Nice Idea, maklum lah klo bapaknya seorang fotogreper, begitu deh jadina, hahaha…
Satu ungkapan polos Alika pada saya, “Om, Barneynya mana??” Padahal waktu itu si Barneynya ada didepannya tp dalam keadaan sudah berubah menjadi wujud manusia biasa, maklumlah, Alika tampak sangat bahagia di Ultahnya itu, dan tidak mau jauh-jauh dari sosok si Barney, hehehe…
Selamat Ulang Tahun Alika, semoga panjang umur, menjadi anak sholehah, dan bisa membanggakan Mama Alia dan Papa Taufik..