Archive for the Cerita Pendek Category

I Just Wanna Say I Love You [Full]

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , , on August 31, 2009 by abah

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja kepikiran judul diatas, ga tau kenapa, tp klo sekiranya beneran, berarti lagu diatas akan dinyanyikan Melly Goeslaw ft. mbah Surip, heheheh… Tapi sayang mBah Surip keburu mendahului kita, semoga arwah beliau diterima disisi-Nya, amien..

Ngomongin ginian pasti ndak ada habisnya, begitu banyak lika-liku, manis getir, tangis tawa, dan juga setiap detail intrik dan problematika yang tak lupa ikut menghiasi satu kata itu. Tengok saja sudah berapa banyak lagu dan reality show di TV yang mengusung tema ini. Buku-pun begitu banyak ditulis untuk membahas masalah cinta, entah itu hanya sekedar cerita fiksi ataupun pengalaman pribadi si penulis. Yang jelas topik ini begitu populernya dikalangan remaja jaman sekarang.

“Aah,anak mudaaa……” gumamku dalam hati… 

Ada salah satu ungkapan bahwa terkadang “Cinta bertepuk sebelah tangan”, emang sih ndak dapat dipungkiri itu sering terjadi, tapi klo menurut gw ungkapan itu harus diubah, kita harus memandangnya sebagai sesuatu yang positif, untukku “Cinta itu harus bertepuk tangan”, agar semua orang bisa merasakan aura bahagia dari cinta itu, ndak hanya pasangan itu saja yg seneng, tapi orang lain yg tau pun ikutan seneng, ahh senang rasanya!!! So, how about you??? 

Dibawah pohon itu, aku melihatnya pertama kali..
Entah sudah berapa bulan berlalu semenjak pertemuan itu..
Satu yang pasti, tidak akan pernah kulupa wajah itu..
Wajah yg bisa membuatku nyaman hanya dengan melihatnya saja..
Demm, aku terkena “Love under the Tree-syndrome”!!!
Since that day, I just wanna say “I Love You [Full]” to her..
Yang ku mau, “Cinta itu bertepuk tangan”, that’s enough!!

*Disadur tulus dari dalam hati, dengan sedikit penyesuain bahasa menurut Ejaan Yang Disempurnakan, wkwkwkwk….

dan si ‘Anak Ayam’-pun harus kehilangan [lagi]..

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , on June 22, 2009 by abah

[Tidak] Seperti kata pepatah, “Bagai anak ayam ditinggal induknya”, si ‘anak ayam’ yang satu ini terlihat lebih tegar tatkala harus ditinggal oleh seseorang yang sangat disayanginya. Berat memang apa yang harus dialaminya sehari kemaren, tetapi sorot matanya mengatakan bahwa dia harus kuat, dia harus sabar, dan yang terpenting dia harus ikhlas. Kejadian ini bukan kali pertama menimpanya, beberapa tahun silam-pun dia pernah merasakan hal yang sama, kehilangan salah satu orang terkasih..

“Dan yang menjadi juaranyaaa adalaah ‘Anak Ayam’, horeeee..” Plok..plok..plok…
Sebuah kalung berhiaskan dua buah roti beserta satu kado berisikan boneka anak ayam-pun berhasil Ia sabet dengan sukses. Dan suara riuh tepuk tangan-pun sekali lagi bergema di ruang nan sempit itu.. :)

Suasana dua hari yang lalu itu serasa begitu jauh berbeda dengan suasana keesokan paginya, canda tawa di sore itu berganti dengan derai air mata penuh duka. Hati ini seakan ikut merasakan bagaimana kelabunya pagi itu, ya Allah ampunilah dosa-dosa beliau, berikan beliau tempat yang layak disisi-Mu, dan bagi keluarga yang ditinggalkan berikan ketabahan serta keikhlasan dalam menghadapi ini semua.

Satu hal yang paling pasti di dunia ini adalah kematian, kita tak pernah tahu kapan sang malaikat maut akan mencabut nyawa kita, kita hanya dan harus ‘cukup siap’ saja dalam menghadapainya. Pertanyaannya, apakah sekarang kita sudah ‘cukup siap’??

Yang sabar ya nak.. Kita akan selalu disampingmu, menemanimu, berbagi sedih dan tawa ini…

When youre feeling sad and low
We will take you where you gotta go
Smiling, dancing, everything is free
All you need is positivity..

Just Spice up Your Life!!!!

Dunia Raka

Posted in Cerita Pendek, The Journey on June 17, 2009 by abah

Tepat pukul 01.07 mata Raka terbangun, gemericik riuh tetesan air hujan diluar seakan mengingatkannya bahwa sholat isya’ malam ini belum Ia tunaikan. Langsung Ia tenggak minuman dalam botol di atas meja, agar matanya bisa sempurna terbuka. 5 teguk air tersebut ternyata belum sepenuhnya membuatnya terjaga, dan terpaksa perjalanannya ke kamar mandi ditempuh dengan keadaan setengah sadar. Basuhan air di kedua telapak tangannya menjadi pertanda prosesi wudhu telah dimulai, dinginnya air malam itu seakan menjadi obat pengusir tidur paling mujarab sedunia.

20 menit berlalu, dan sholat isya’ pun telah selesai Raka tunaikan sekaligus doa untuk kedua orang tuanya, doa bagi orang-orang terdekat dan sahabat, doa untuk guru-guru yang telah berjasa dalam hidupnya, serta doa bagi pemimpin-pemimpin negeri ini agar negeri ini bisa kembali menjadi negeri yang makmur dan sejahtera, tak lupa doa bagi orang-orang yang lemah dan tertindas ia panjatkan kepada yang Maha Kuasa, dan terakhir doa bagi dirinya sendiri agar diberikan kekuatan, keihlasan, serta kelapangan hati dalam menjalani hidup ini.

Kesibukan Raka di kantor sehari tadi memang cukup menguras tenaganya, sehingga sehabis sholat magrib dan makan malam tadi tubuhnya langsung melekat erat dengan kasur kecil di salah satu sudut kamar kost tempat dia tinggal. Disamping urusan kantor yang sebegitu banyaknya, pikirannya juga terbagi untuk membantu sahabatnya yang sedang tertimpa kesulitan. Namanya Maemunah, usianya yang 4 tahun lebih dewasa daripada Raka tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk dekat. Mereka bersahabat karena dulu pernah satu manajemen, sekarang Raka telah berpindah kantor, sehingga komunikasi diantara mereka hanya berlangsung melalui chating, SMS, dan telepon.

Lagi-lagi masalah Cinta dan Hati, itulah yang dialami Maemunah. Tepat satu hari sebelum malam ini, Raka menelpon Maemunah, menanyakan kabar cintanya. Tangis Maemunah sempat pecah di tengah percakapan mereka, hal ini sudah cukup menandakan bahwa cukup berat bagi Maemunah untuk menghadapi semua yang dialaminya. Raka-pun sempat kebingungan bagaimana menghadapi reaksi Maemunah yang diluar dugaan, tapi secara perlahan-lahan Raka mencoba menenangkan Maemunah, dan di akhir percakapan itu Maemunah sudah cukup tenang, dan berusaha sabar dalam menghadapi masalah yang menimpanya.

Permasalah Maemunah sebenarnya hanya bisa diselesaikan dengan satu kata yaitu “Komunikasi”, tapi justru inilah hal terberat bagi Maemunah untuk melakukannya. Perbedaan karakter dan pola hidup yang cukup jauh antara mereka membuat Maemunah belum berani mengungkapkan seluruh isi hatinya kepada orang yang disayanginya itu, dan Maemunah-pun hanya bisa menceritakan apa yang ada di salam hatinya kepada Ibunda tersayang, Raka, dan beberapa sahabat terdekatnya yang lain.

Maemunah mencoba bertahan sekuat hati, layaknya karang yang dihempas gelombang. Menyerahkan cinta tulus di dalam takdir, tapi sampai kapan harus menunggunnya?? Maemunah-pun belum tahu sampai kapan dia mampu dan kuat bertahan, tapi dia yakin semua kisah pasti ada akhir yg harus dilalui, dan semuanya akan indah pada waktunya.

.

.

Bersambuung..

Memory 6000

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey on May 8, 2009 by abah

“Aku pulang dulu yaa…”
“Oke, aku juga mau pulang lah..”
“Cici di jey..”
“Okeee, dikau Roma Irama yah..”
“Lho kok Rhoma Irama..”
“Daripada Cici di jey melulu, skali2 ganti Rhoma Irama donk,hehehe…”
“Ahahahah,orang gilaaa…. Udah ah,ga jadi pulang2 kita ntar…”
“Hihihih..ya udah lah… Camlikum….”
“Kumcalaaammm……”

Dengan berat kulangkahkan kaki ini keluar dari kantor yang sudah sepi penghuni, ough ternyata masih jauh perjalananku, masih sekitar seribu seratus tiga puluh tujuh langkah lagi untuk mencapai tempat tidurku nan empuk (Ceritanya sih ingin mensukseskan gerakan Anlene 1000 langkah per hari,hehehe…). Disepanjang jalan kulihat sebagian kecil gemerlap ibukota, kutemukan satu spot kecil yang cocok untuk diabadikan, “Suatu saat akan kubawa “dia” kesini ah..” pikirku dalam hati, wajah manis berpadu dengan gemerlap lampu dibelakangnya pasti akan menghasilkan potret yg luar biasa, ah senangnyaaa..

Kulanjutkan perjalananku dengan tetap pikiranku menembus ruang dan waktu, mencari ide-ide dan inspirasi dalam hidup ini –jiaaahhh bahasanya, dah berasa kek pujangga aja ini–. Kuterus berjalan melewati trotoar itu, sesekali kulihat orang yang sama denganku, baru pulang dikala malam, sekelompok wanita karier berjalan beriringan, sesekali keluar canda dan gelak tawa dari mulut mereka, ada juga yg sibuk dengan telepon selularnya, mungkin sedang ditelpon pacarnya kali…

Sambil terus mengamati detil demi detil kejadian yg terjadi di sepanjang jalan, kutetap langkahkan kaki ini, step by step, alon-alon waton klakon, gremat-gremet pokoke slamet, sengaja kaki ini melangkah slowly but sure karena udara malam ini begitu sejuk dan lembut, terpaan angin ke wajah seakan mengalahkan dinginnya AC di rumah, dan bisa menghapus [sejenak] polusi ibukota yang semakin dahsyat dari hari ke hari.

Kuhentikan langkah kakiku di sebuah warung “remang-remang”, tidak ada lampu yang menyala di warung tersebut, hanya sebuah lilin kecil yang menyala di sela-sela bumbu-bumbu dan nasi yang akan digunakan untuk membuat nasi goreng. Ah, sewaktu aku datang lilinnya juga mati, alhasil sumber cahaya pun hanya didapat dari lampu jalan yg sedikit menerangi dari kejauhan ditambah dengan sorot mobil dan motor yang berlalu lalang di hadapannya.

“Bang, nasi goreng satu yah, yang asin..” –*kek mau pengen cepet kawin aja,hahaha…–

“Telornya?? Dipisah ma dicampur mas?”

“Dipisah aja bang, takutnya klo disatuin entar berantem ma nasinya..”, –*begitu candaku, hehehe…–

“Ah, si mas bisa aja….. Tunggu sebentar ya mas.” *sambil terkekeh dan langsung meracik bumbu buat nasi goreng pesananku…

Tak lama kemudian, datanglah pesananku, sepiring nasi goreng, dengan telur yang sudah dipisah tentunya, hehehe.. Mulailah kulahap apa yang sudah tersedia dihadapan saya, tinggal “Lheeep” kata Dedi Mizwar dalam salah satu iklannya. Deeeg, berhenti sejenak rahang ini mengunyah apa yang sudah ada di mulut, dan sekali lagi anganku menembus ruang dan waktu, kembali ke masa dimana aku berada di desa kecil di lereng gunung Lawu. Rasa itu serasa membuncah, menggeliat, dan menebarkan aroma khas masakan mBah Putri di kampung. Tangan beliau seakan belum kehilangan kesaktiannya dalam meracik masakan, pun hingga saat ini, beliau masih menyajikan masakan ala pedesaan yang rasanya begitu sedap, yang selalu dinantikan cucunya, bahkan anak-anaknya sekalipun.

Sayangnya teknik memasak beliau hanya diturunkan kepada budhe, sedangkan ibuku mempunyai teknik memasak yang berbeda. Setelah diusut lebih dalam, ternyata semasa kecil, ibu dan adik2nya yg berjumlah 5 orang dilarang masuk ke dapur. Sedikit kaget juga memang, dimasa seperti anak perempuan dilarang masuk kedapur. Ternyta alasannya cukup simple, karena takut makanan yang dimasak waktu itu tidak utuh lagi, maklum di kala itu kehidupan kakek dan nenek terbilang cukup sederhana, Kakek yang hanya seorang penjaga SD dan Nenek yang seorang pedagang di pasar hidupnya cukup pas-pas-an, ditambah dengan 6 orang anak yang menjadi buah hati mereka.

Hari ini tak terasa, memory itu kembali hadir di sela-sela kehidupanku di ibukota, dan ternyata harga sebuah memory itu cukup enam ribu rupiah saja,tidak mahal!!! Selesai membayar kepada si Abang, langkah kakiku menjadi bersemangat kembali, menyongsong hari esok yang lebih baik, semoga..

.
.
.
*Hari ini, semalam yang lalu…

Writing Tresno Jalaran Soko Kulino..

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , , , , , , on May 4, 2009 by abah

Berawal dari kondisi “Mati Gaya” pagi ini, jadilah terpikirkan bagaimana cara mencairkan otak yang sedang beku ini,hohoho… Setelah berkutat dan berpikir begitu lama (kek-nya emang akibat beku itu tadi sih,makanya lama,haha…), akhinya tercetuslah judul tersebut diatas!!
Sebagian besar orang pasti sudah tau darimana judul tersebut diplesetkan. Yaps benaaar, berawal dari falsafah orang jawa, “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” yang berarti “Adanya Cinta karena Biasa”. Mungkin begitu juga kali ye untuk urusan tulis menulis, jadi suka menulis emang karena setiap hari otak kita dilatih untuk menulis,bukan buat bengong,haha…
Sekedar menulis bukan berarti menulis sekedarnya, kita harus mempunyai banyak informasi tentang apa yang mau kita tulis, dan membaca adalah salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan informasi. Tentu saja masih banyak hal yang bisa kita gunakan untuk bisa menghasilkan tulisan yang berbobot, dahsyat, fenomenal, terakreditasi, dan berimbang..(Lebaaaiii,haha..)..
Karena ketiadaan media informasi visual (baca -tipi). maka akhir-akhir ini perhatian saya banyak tercurahkan ke radio, selain media internet yang menjadi makanan pokok untuk mengetahui informasi setiap hari. Tepatnya couple weeks ago, saya mendengarkan Talk Show yang bertajuk, “Indonesia Strong from Home”, sebuah Konsep yang digagas oleh Ayah Edi (Parenting Consultant and Holistic Learning), sebuah konsep yang sederhana tapi luar biasa.. Berikut sedikit kutipan dari beliau :

Seandainya saja setiap orang tua di tanah air “mau” dan “mampu” mendidik anak-anaknya dengan baik di rumah, maka Indonesia akan menjadi kuat dengan sendirinya tanpa perlu konsep yang mahal, rumit dan berbelit-belit.

Mari kita Bangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga melalui anak-anak kita tercinta dirumah

Berharap tulisan ini bisa sedikit membantu meng-kampanye-kan konsep2 beliau dalam mendidik anak Indonesia secara baik dan benar, sehingga bangsa ini jg bisa bangkit seiring dengan semakin kacaunya dunia persilatan di era sekarang ini..

Nak, belajar dulu ama Bunda yah, Ayah cari duit dulu di kota… :)

Buletin Board

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , on December 31, 2008 by abah

Use the Bulletin Board to post messages (such as questions, party invites, event information, romance issues, etc.) to all of your friends. The Bulletin Board will show you messages from your friends and Fan Profiles.

Yaph!! Begitulah sedikit deskrepsi tentang Bulletin Board ato yang lebih enak disebut dengan BulBo. Selama ini Bulbo sangat populer di jejaring sosial bertajuk friendster. Biasanya teman-teman yg bergabung di FS menggunakan BulBo ini untuk menyebarkan isu2 yg sedang hangat, undangan, atau sebagai ajang curhat untuk mengungkapkan isi hati dari para penggunanya, dan yg tidak kalah menarik adalah penggunaannya sebagai ajang tanya jawab yg beruntun.

Bagi saya sendiri, lebih sering menggunakan BulBo buat ajang tanya jawab seperti itu. Sempet kepikiran juga, siapa sih yang bikin pertanyaan2 iseng itu, kok ya niat amat, wong aku aja ndak sebegitu niatnya,hehehe..
Yang asik dari BulBo ini adalah jika banyak yang ikut serta menjawab pertanyaan2 tersebut, begitu bervariasinya jawaban sehingga membuat yang membaca terkadang tergeleng2 maupun terkekeh2 sendiri karen membaca jawaban yg konyol sekali,hahaha..

Tapi tidak dapat dipungkiri, BulBo dengan jenis ini sudah tidak begitu populer diakhir 2008 ini, sempet hebohnya sih di tahun 2007 kemaren, hampir setiap hari setidaknya minimal satu ekor BulBo saya isi, yang semata-mata hanya untuk mengobati kecanduan akan sifat addict untuk mengutarakan hal-hal konyol yg bisa membuat teman-teman tertawa, lebih tepatnya membuat “si dia” tersenyum lebar.. :p

Yang lebih membuat saya kaget, ternyata penggemar BulBo saya waktu itu bukanlah “si dia” semata. Ketika pada akhirnya saya berpisah dengan “si dia”, maka aktivitas mengisi BulBo pun makin berkurang setiap harinya, sampe suatu saat ada temen yg komplen, “Kok ga ngisi BulBo lagi? Kan aku mengikuti BulBomu…”!!!
Jeggweeeerr, serasa petir menyambar di siang bolong, wakaka..
Bahkan seminggu yg lalu pun teman kost-an ada yg bertanya, kenapa kok dah ga sering ngisi BulBo lagi..
Bukan apa2 sebenernya, tapi kenapa yg komplen itu cowok lagi cowok lagi, heran saiyah, hahahah.. :D

But, tidak tahu kenapa pagi ini ada BulBo seperti itu yg muncul lagi, dan tak pelak serta tanpa menunggu lama langsung deh kuisi dan selanjutnya ku publish dengan harapan mengobati rasa rindu dari para penggemarku, hayah… :p

Berikut cuplikan, eh bukan cuplikan denk, tapi isi lengkap dari BulBo tadi pagi, dengan judul “Bring Bek Memoriis”

- apa ada yang spesial d bln january?
__Mamihku melahirkan anak pertamanya..
.
- Feb, valentine yang paling berkesan?
__Valentino Djatmiko,uuuhh cowok lagi cowok lagi,wakakakak…
.
- March,3 org yg u kenal ultah d maret ?
__Mas Sumanto, Ki Joko Bodo, ama Riyan pacarnya Noval :) )
.
- April, pernah ikutan festival hari kartini?
__seingatku sih pernah,tp abis itu dimarahin mama,hahaah..
“Nak,kamu kan cowok,ngapain pake kebaya!!!”
Doeeenngggg…. :p
.
- May,last mei ngapain?
__Ditanya mau merid kapan,jawabannya tentu May donk… :p
.
- June, 6 must have item yg U banget
__Wig,catok rambut,kutek,make up,gaun,high heels..
Waaaakss,kek mau mangkal ajah.. :D
.
- July,pernah pacaran sama co/ce yg ultah d juli?
__Joko keknya lahir di bulan juli,xixixi..
.
- August, indonesia merdeka kapan?
__ketik Reg <sepasi> Primbon dulu deh.. :p
.
- Sept,mengingatkan kamu pada apa?
__seingatku abis September itu Oktober :D
.
- Oct, ada apa?
__Seseorang berkenalan dengan Kingkong :p
.
- Nov, hal apa yg paling kamu harapkan
__wen ai mis her, si is not missing..
.
- Dec, planing taun baruan dmn?
__Di kost-an,sholat tobat ma sholat tahajud :) )
.
.
.
- Senin, do u hate monday?
__ai lek mundei..
.
- Selasa, apa yg special?
__ulang tahun kucing tetangga hari selasa noh..
.
- Rabu, rabu ini ngapain aja?
__jadi model iklan layanan masyarakat :)
.
- Kamis, menurutmu…
__berarti ntar malem malam jumat,saatnya mandi kembang 7 rupa,hahha..
.
- Jumat, adalah hari yang…
__hari yang jumatan :p
.
- Sabtu, biasanya ngapain?
__istirahat,setelah 5hr sebelumnya kebanyakan shooting untuk sinetron kedjar tayang.. :) )
.
- Minggu, seringnya ngapain?
__nYiapin keperluan buat Upacara hari senin besok,hahahaha… :D

.

.

Pada akhirnya,

WISHING YOU THE VERY BEST IN
╔══╦══╦══╦══╗
╚═╗║╔╗║╔╗║╔╗║
╔═╝║║║║║║║╚╝║
║╔═╣║║║║║╠═╗║
║╚═╣╚╝║╚╝╠═╝║
╚══╩══╩══╩══╝
¤ø„¸¨°º¤ø„¸ ¸„ø¤º°¨¸„ø¤º°¨
¨°º¤ø„¸ HaPpY ¸„ø¤º°¨
¸„ø¤º°¨ NeW yEaR“°º¤ø„¸
¸„ø¤º “°º¤ø„¸ ¤ø„¸¨°º¤ø„¸¸„

Episode Dua

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , , , , , , on September 2, 2008 by abah

Semangat PAGIII!!! Salam Super para pemirsa.. :p

Setelah berjibaku untuk 3 hari 3 kota, aduh booo’ cape duuueehhh!!! Walau  banyak yg tidak sesuai jadwal, tapi alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, dengan sedikit diiringi badan yang remuk redam, terpecah belah, plus sedikit encok dan pegel-pegel, yang biasa disebut orang jawa sebagai ‘Balung Tuo‘, hehe.. But, it’s okay, sekalian latihan pisik menjelang mudik, yang kebetulan hari ini 2 September 2008 tepat H-28 menjelang hari raya Iedul Pitri (ini pake P-nya Panta, bukan pake P-nya Piktoria!! :p)

Perjalanan panjang itu dimulai dengan derai air mata orang2 terkasih dan lambaian tangan mereka yg penuh makna.. (haha,mulai gombal lagi :p) Yups, perjalanan malam itu terasa begitu menyedihkan, bukan karena mau pergi, tapi  karena salah naik armada, harusnya naek kreta eh kok jadinya naek bis, hahahah… Ya sudah lah, yang penting nyampe di Jogja dengan selamat ndak kekurangan suatu apapun dan rencana awal terselesaikan semua tanpa suatu godaan yang berarti, hehehe…

Masalah mulai timbul ketika mencari tiket untuk pergi ke Jakarta pada malam harinya, dalam angan2 saya arus yg padat itu terjadi dari jakarta ke Jogja, tapi saya SALAH, ternyata dari Jogja ke Jakarta arusnya luar biasa, ratusan bahkan ribuan tiket sudah habis dipesan, apa mau dikata, akhirnya kuputuskan untuk naik bus lagi dari terminal Jombor. Mengingat waktu telah menunjukan pukul stgh 12 maka dengan langkah gontai aku menuju masjid untuk menunaikan Sholat Jumat, tapi tiba2 hapeku bergetar dengan kerasnya, terasa guncangan begitu hebat mendera pahaku, owh owh owh siapakah ini?? Setelah kulihat, ternyataaa jeng jeng jeng.. Haha, ternyata bukan sapa sapa, cm miscoll doank dianya, kekeke… Tapi setelah saya usut demi usut, ada secercah harapan bagus, bahwa ternyata ada yg batalin keberangkatan ke Jakarta malam ini, huwaaaaa senangnya hati ini. Yaps, akhirnya bisa naek kreta juga, as expected!!! Alhamdulillah..

Tepat pukul 18.30, kereta Senja Utama Yogjakarta berangkat menuju St. Pasar Senen Jakarta, setelah sebelumnya makan nasi kucing di dekat stasiun, kusiap berangkat menuju Jakarta. Maaak, doain Entong yah.. (Loh?? :p) Kubayangkan perjalan yang enjoy, penuh dengan mimpi, karena badan udah capek makanya penginnya langsung tidur aja di kereta, tapi bukannya tidur, eee malah ngobrol ama penumpang disebelah, saking serunya sampe lupa tidur deh, pas udah ngantuk ternyata tidurnya ndak nyenyak jg, nasib nasib!! Tapi ndak papa lah, akhirnya pukul 4 pagi sampe pula di Jakarta, lagi-lagi dengan selamat, Alhamdulillah. Masih pagi umun-umun, kuputuskan untuk pergi ke mushola sejenak untuk sholat subuh, sekalian menunggu biar agak terang dikit, maklum lah di Jakarta, klo masih gelap2 gitu agak takut jg klo terjadi apa2. Selesai sholat langsung menuju kost teman, untuk meluruskan badan sejenak, mengendurkan otot-otot yang semalam sempat tegang, dan memejamkan mata menuju alam mimpi yang lebih menenangkan. Tak berapa lama, akupun tertidur pulas zzzzzzz…

Tepat jam 10 pagi ku terbangun, suara dering HP membangunkanku dengan serta merta, tanpa tedeng aling-aling, uuuggh masih ngantuk sekali, kuingin memejamkan mata ini lebih lama lagi, ya udah ga lama-lama deh, 10 menit saja, oke.. WooOOOOOiiiii BANGUUUUUNNN!! Dah sepuluh menit nih, si HP membangunkanku kembali dengan egonya, halah… :P
Langsung ku menuju kamar mandi untuk membanjurkan bergalon-galon air ke sekujur tubuhku agar badan ini menjadi segar kembali, dan siap untuk beraktifitas [lagi]. Tepat jam 11 aku sudah berada di pinggir jalan lagi, setelah sebelumnya menyantap masakan Warteg sebagai pengganjal perutku di perjalan. Ku sebrangi badan jalan itu, tuk menyetop angkutan andalan klo lagi di Jakarta, bukan si eniwei betewei dan buswei itu, tp si mikrolet P20, ya mikrolet yg udah usang itu begitu  berarti, karena membelah jakarta dari pasar senen ampe lebak bulus, hehehe..

Jam dinding di tanganku menunjukkan pukul 16.00 (Loh, kok bisa.. :p), setengah jam lagi kereta Parahyangan siap meluncur ke Bandung. Dengan agak tergesu (tergesa-gesa dan kesusu) aku turun dari lantai 4 untuk segera berhambur keluar mencari taksi yang siap mengantarku ke St.Gambir.
“Pak, agak cepet yah!!”, pintaku ke pak sopir dengan ramah. Taksipun meluncur dengan kecepatan tidak terduga, wuuuuuzzzzz kecepatan mencapai 20km/jam dan terus menurun dengan tajam, owh ternyata di depan macet, hehehe… Duh kok malah ketawa, harusnya kan berdebar-debar, jam udah mepet, mana macet, kereta bentar lagi jalan, haduh. (Sekarang mode jadi serius) Mulutku komat-kamit merapal mantra, dengan fasihnya sampe akhirnya nyampe jg ke stasiun dengan jam tepat menunjukkan 16.25. Ku segera berlari menuju loket, tapi apa yang aku dapati, cuma selembar kertas bertuliskan “Tiket Parahyangan jam 16.30 HABIS”, oowwh nnooo.. What should I do…

Akhirnya kuputuskan naik bus saja, terpaksa dari Gambir langsung menuju UKI, dan tak lupan naek P20 dulu menuju Perempatan Kuningan, agar cepat sampe di UKI. Sesampainya di UKI, keadaaan tak jauh berbeda, lautan manusia telah siap memasuki bus untuk menuju daerah masing-masing, maklum lah, sesaat sebelum bulan puasa, pasti jalanan ramai!! Kucari sesosok bus Primajasa, tapi kok tidak kelihatan batang hidungnya. Akhirnya kuputuskan untuk naek bus seadanya, perbuatan yg belum pernah aku lakukan sebelumnya, dengan pertimbangan supaya tidak kemalaman sampe di Bandung. Tepat pukul 18.12 bus meluncur menuju Bandung. Ah, paling 2 jam nyampe pikirku.. Kucoba untuk memejamkan mata ini, lumayan 2 jam setidaknya bisa memberikan sedikit tambahan energi. 5 menit pertama masih melek, 10 menit berikutnya masih belum terpejam, satu jam setelah itu masih saja belum tidur, setengah jam selanjutnya masih terjaga, AAARRRGGGHHHHHH!!!!! Jam 20.30 akhirnya tiba di bandung, tanpa tidur…

Keesokan harinya, tibalah waktu untuk ULTAH Alika, can’t wait for it, hehehe… Setjara, baru kali ini berkesempatan moto anak2 pas Ultah, apalagi dengan adanya tambahan badut dan Barney, acara dijamin seru. Tak pelak, acara berlangsung meriah tapi lebih tepatnya menjurus ke Anarkis, karena banyak anak2 kecil yg berlarian karena begitu senengnya bisa melihat langsung bahkan berpelukan dengan badut Barney yang notabene selama ini si Tokoh hanya bisa dilihat di Tivi. Sesaat setelah makan siang tibalah session pemotretan, begitu lampu di setting, si barney pun dipanggil untuk menjadi objek utama pemotretan bersama anak-anak. Baru dapet dua kali jepret, anak-anak mulai heboh lagi untuk memegang Barney, dan akhirnya lampu pun jatuh, dan CUUUUUTTT!!! (Pemotretan harus diulang lagi, dassar anak-anak :p)
Walau banyak yg semangat sekali dengan Barney, tp ga sedikit pula yang takut, celeeemm katanya, hehe.. Setelah pemotretan, hasilnya dicetak dan dimasukkan ke dalam frame, dan langsung bisa dibawa pulang oleh para tamu undangan sebagai Souvenir. Nice Idea, maklum lah klo bapaknya seorang fotogreper, begitu deh jadina, hahaha…

Satu ungkapan polos Alika pada saya, “Om, Barneynya mana??” Padahal waktu itu si Barneynya ada didepannya tp dalam keadaan sudah berubah menjadi wujud manusia biasa, maklumlah, Alika tampak sangat bahagia di Ultahnya itu, dan tidak mau jauh-jauh dari sosok si Barney, hehehe…

Selamat Ulang Tahun Alika, semoga panjang umur, menjadi anak sholehah, dan bisa membanggakan Mama Alia dan Papa Taufik..

3 Hari 3 Kota Luaaarr Biasa…

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , , on August 28, 2008 by abah

Kira-kira sore nanti, dimualailah kembali perjalananku untuk membelah pulau jawa. Sungguh tidak terduga, pada awalnya cuma dua kota saja yg harus didatangi, tapi karena ada satu dan lain hal, maka bertambahlah satu lagi kota yg harus kukunjungi dalam rangka Promosi Album Perdanaku,hahaha… (–hayah,ini boong dink! :p)

Hari jumat sehabis jumatan saya harus ketemu dengan pimpinan perusahaan di Jogja sana, ada beberapa hal yg pengin dia tanyakan kepada saya, sempet sih kepikiran kenapa ga pake telpon saja, toh telepon jaman sekarang kan syudah cuaanggih, sudah mengandung unsur 3G. Setelah usut punya usut, dan memutar otak 360 derajat clock wise, HP saya ternyata cuma mengandung Infra Red, jadi ya terpaksa harus ke Jogja deh, karena ndak bisa pake 3G hahahhaa…

Keesokan harinya, sabtu 30 Agustus 2008, pukul 13.00, saya harus sudah berada di jakarta. Kali ini ada perusahaan tambang yg memerlukan jasa saya untuk membantu perusahaan mereka agar kinerja perusahan berjalan dengan lancar, aman dan terkendali. Untuk itu, perusahan tambang itu akan mencocokkan kriteria saya dengan posisi yg cocok dengan saya. Ya mudah-mudahan saja semuanya berjalan dengan lancar… Amieenn…

Lusanya, hari Minggu 31 Agustus 2008, tepat pukul 07.00 pagi, saya sudah harus berada di kantor lagi, yang notabene berada di pusat kota bandung. Padahal dr kost-an di yg terletak di kawasan DISKOTIK (red –Disisi Kota Sa’eutik) butuh waktu kira-kira 30mnt jika naik motor (red –padahal ndak ada motor!!), atau 1 jam plus plus, jika naik Taksi Cokelat 09, so terpaksa jam 6 harus sudah berangkat, berarti jam stgh 6 dah harus mandi, padahal malemnya aku perkirakan antara jam 22.00 sampe jam 00.00 baru nyampe kota bandung tercinta. Hemmm,perjalanan yang Hard Core, hahahaha….

Pada hari minggu itu, rencananya ada Ulang Tahun Alika yg ketiga, Alika adalah putri salah satu rekan kantor disini, kebetulan saya didaulat untuk menjadi badutnya, hahaha… Ups, bukan-bukan!!! :D (Enak aja aku dijadiin badut, potongan foto model gini kok beralih profesi jadi badut, maybe next time kali yah, wekekeke…)
Yang bener, pas acara ulang tahun itu aku disuruh bantuin angkat-angkat, pencet-pencet, ama tepe-tepe (peeuuuggh tambah parah ternyata :p)
Waah tambah ngacau nih… Kembali ke Lapptooop!!! Pada Intinya sih, disuruh bantuin mengabadikan moment yg ada di situ, karena si empu-nya acara sibuk menjamu tamu-tamu kehormatan yg bakalan hadir, di antaranya Presiden SBY beserta jajaranya, ditambah dengan bobotoh Persib plus the Jack Mania, serta Bonek dr Surabaya, huahahaha…. (Itu semua BOONG saudara-saudara!!!! :p)

Dan akhir dr semua itu, hemmm who knows!!! Nantikan episode2 selanjutnya yah teman teman… :P

Tak lupa di akhir bulan Rajab ini, penulis menghaturkan permintaan maaf yg sebesar-besarnya kepada ayah dan bunda, adik dan kakak tersayang, saudara-saudara terkasih, serta sahabat-sahabat tercinta dan orang-orang yg sering berinteraksi dengan penulis, baik secara nyata maupun di dunia Luna Maya (eh salah, ga pake Luna :P ) se-Indonesia.
Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan hati dan niat yg suci, semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan membawa keberkahan bagi kita semua, amiennn..

Jaka Sembung Bawa Belati..
eh Ramadhan sebentar lagii..
Dedi Dores main Piano..
Habis itu Lebaran nooo…..

Hahahahha…. :D

Nb: Sekarang Pukul 13.09, Posisi di Bandung, tepat di depan Kompie tersayang :)