Archive for the Bincang Bebas Category

Corat-Coret [lagii]

Posted in Bincang Bebas with tags on September 10, 2009 by abah

Begitu banyak kejadian yang terjadi beberapa hari belakangan ini, yang menegangkan, lucu, dan fenomenal, haha… Pengen sih menuliskannya satu persatu, cuman ga mungkin tampaknya untuk waktu-waktu ini, banyak detlain euy (owh God, please make it Possible!!).

Kejadian Pertama,
Bajaj yang menyerudug mobil!! Yah, kejadian yang lumayan sering saya denger di seputaran Jakarta ini. The problem is [kebanyakan] yang salah bukan mobilnya, tapi Bajajnya. Secara kasat mata bisa dibayangkan, berapa banyak Bajaj yang menyalakan lampu sign sewaktu akan belok, atau sudah pernahkah melihat Bajaj membunyikan Klaksonnya?? Teringat canda seorang teman tentang Bajaj, kata dia, Yang tahu kapan beloknya sebuah Bajaj cuma ada dua hal, pertama si Sopir Bajaj, dan yang kedua adalah Tuhan YME!!, yang lain ga berhak tahu, hehe… jadi sangat wajar sekali klo Bajaj sering kali bermasalah.* –end story–

Kejadian Kedua,
Walau bulan Ramadhan tentunya FB tetep jalan donk, sejalan dengan itu fenomena status di Fb, saya pun secara tidak sadar menjadi penikmat status dari ratusan teman di yang ada di FB saya. Dan untuk hari ini sebagian besar berstatus seputar tanggal cantik hari ini yaitu 09/09/09, tak hanya itu, tanggal ini-pun bertepatan dengan hari lahir Orang no.1 di Indonesia (what a coincidence). Tapi, untuk hari ini saya nominasikan status dari seorang kawan, Ga punya cowo, ditumpuk kerjaan, lagi banyak tekanan.. ga masalah.. yang penting i’m gonna be rich.. ada duit, smua masalah bisa diatuuuurr.. disambung dengan ketawa lepas khas dia. Walau status itu tidak sepenuhnya benar, tapi yang jelas tingkat optimisme semacam ini terkadang kita butuhkan untuk menghadapi masa-masa sulit, dan saya percaya bahwa sang empunya status diatas jg berdoa dalam mengatasi semua masalahnya, dan saya cuma bisa bilang, “abah like this.” dibarengi dengan acungan jempol khas FB. –end story–

Kejadian Ketiga,
Lebaran tinggal sebentar lagi, setali tiga uang dengan itu, pembicaraan seputar THR pun kian hangat di forum-forum dan berbagai status di aplikasi chatting dan pertemanan sosial. Bahkan pemerintah mewajibkan kepada para pengusaha untuk meyerahkan THR kepada karyawannya maksimal H-7. Tapi tidak semua karyawan menerima THR, mungkin dikarenakan kondisi perusahaan yang lagi tidak memungkinkan untuk itu, atau karyawan tersebut termasuk kalangan PNS. Khusus untuk alasan yang terakhir ini saya belum menemukan alasan yang melatarbelakangi kenapa bisa begitu (anyone know??). Jadi PR untuk tahun depan [jika masih diberi umur], berarti saya harus menyiapkan THR saya sendiri!! –end story–

Kejadian Keempat,
Mendadak malam ini cuaca di kamar begitu panas, bahkan aliran udara AC-pun tidak sanggup meredam peluh yang keluar silih berganti melewati pori-pori kulit ini. What’s wrong with this room, is it the air conditioner or a Global Warming??? Jadi pengen berendeeeemm…

.

.

*tidak ada maksut mendiskreditkan para sopir bajaj, cuma sekedar memotret kondisi yang ada di lapangan berdasarkan fakta kasus yang telah dilakukan uji publik sebelumnya.

Ps : Coretan ini ditulis pada tanggal 09/09/09 dengan meninggalkan sejenak segunung pekerjaan yang harus terselesaikan besok pagi. Dan akhirnya, dengan Rahmat Tuhan YME pada pukul 23:59:59 coretan ini-pun selesai dengan selamat sentausa bahagia dan sejahtera..

Harus Jadi Besok Pagi!!!!

Posted in Bincang Bebas, The Journey with tags , , , on September 2, 2009 by abah

Kita pasti masih ingat (ya mungkin sedikit sih :p) cerita tentang Roro Jonggrang. Roro Jonggrang adalah seorang Putri Kerajaan Prambanan yang cantik jelita yang membuat Bandung Bondowoso (seorang yang suka memerintah dengan kejam) ingin mempersuntingnya. Singkat cerita, sang Putri-pun harus memutar otak supaya hal itu tidak menimpa dirinya.

“Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah!!”, kata sang Putri..
“Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.”, ujar sang Putri menambahi…

Ada juga cerita tentang Sangkuriang, yang secara tidak sengaja ingin menikahi Dayang Sumbi yang notabene adalah ibunya sendiri. Maka sang ibupun melakukan hal yang sama dengan Roro Jonggrang, yakni mengajukan syarat supaya pernikahan itu gagal. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Dan lagi-lagi kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing atau bisa dikatakan hanya satu malam saja.

Tak jauh-jauh dari cerita diatas, tersebutlah seorang pemuda (–sebut saja saya) mengalami hal yang sama.  Sempet mikir juga, apa salah dan dosaku, kok bisa-bisanya semua harus dilaksanakan serba cepat dan harus jadi dalam  waktu semalam. Jangankan kenal sama Sangkuriang, sama Roro Jonggrang-pun belum pernah naksir sama sekali gw, wkwkwkw.. Tapi anehnya kami (–atau bahkan kita) harus berbagi suatu pengalaman yang sama, sama-sama harus kerja semalam, harus kerja cepat, dan harus dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Teringat sewaktu kuliah dulu (–serasa dejavu banget!!), dimana tugas dikerjakan pada saat injury time (–alesannya sih biar adrenalin semakin terpacu, tp sebenernya sih belum dapet masteran, wkwkwkw…), menghadapi ujian-pun dengan Sistem Kebut Semalam, bener-bener kebiasaan yang tidak bagus (–dari dulu juga dah tahu sih, cuma kok tetep aja kejadian yah??? Hehehe…)

The negative is sometimes you don’t know your mistakes until the last minutes, and you don’t have enough time to change it, but in the other way you learn that you have to Think Fast, Act Fast, and make sure that you’ve done it in correct way, no turn back, and no cash back!!! :)

Pada akhirnya sekelumit cerita diatas meyakinkan kita bahwa “We will not  go down in the night without a FIGHT”, so keep fighting, keep struggling, and keep the spirit up always!!!!

.

.

*sebuah metamorfosa Roro Jonggrang dan Sangkuriang[..]

I Just Wanna Say I Love You [Full]

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , , on August 31, 2009 by abah

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja kepikiran judul diatas, ga tau kenapa, tp klo sekiranya beneran, berarti lagu diatas akan dinyanyikan Melly Goeslaw ft. mbah Surip, heheheh… Tapi sayang mBah Surip keburu mendahului kita, semoga arwah beliau diterima disisi-Nya, amien..

Ngomongin ginian pasti ndak ada habisnya, begitu banyak lika-liku, manis getir, tangis tawa, dan juga setiap detail intrik dan problematika yang tak lupa ikut menghiasi satu kata itu. Tengok saja sudah berapa banyak lagu dan reality show di TV yang mengusung tema ini. Buku-pun begitu banyak ditulis untuk membahas masalah cinta, entah itu hanya sekedar cerita fiksi ataupun pengalaman pribadi si penulis. Yang jelas topik ini begitu populernya dikalangan remaja jaman sekarang.

“Aah,anak mudaaa……” gumamku dalam hati… 

Ada salah satu ungkapan bahwa terkadang “Cinta bertepuk sebelah tangan”, emang sih ndak dapat dipungkiri itu sering terjadi, tapi klo menurut gw ungkapan itu harus diubah, kita harus memandangnya sebagai sesuatu yang positif, untukku “Cinta itu harus bertepuk tangan”, agar semua orang bisa merasakan aura bahagia dari cinta itu, ndak hanya pasangan itu saja yg seneng, tapi orang lain yg tau pun ikutan seneng, ahh senang rasanya!!! So, how about you??? 

Dibawah pohon itu, aku melihatnya pertama kali..
Entah sudah berapa bulan berlalu semenjak pertemuan itu..
Satu yang pasti, tidak akan pernah kulupa wajah itu..
Wajah yg bisa membuatku nyaman hanya dengan melihatnya saja..
Demm, aku terkena “Love under the Tree-syndrome”!!!
Since that day, I just wanna say “I Love You [Full]” to her..
Yang ku mau, “Cinta itu bertepuk tangan”, that’s enough!!

*Disadur tulus dari dalam hati, dengan sedikit penyesuain bahasa menurut Ejaan Yang Disempurnakan, wkwkwkwk….

Big Playgroup

Posted in Bincang Bebas, The Journey with tags , on July 3, 2009 by abah

Diundang seorang teman untuk ikut hadir dalam suatu acara di salah satu Stasiun TV swasta kira-kira sebulan yang lalu, meninggalkan kesan yang begitu mendalam dalam benak ini. Bagaimana tidak, studio yang penuh sesak dengan penonton secara serta merta berubah menjadi Play Group yang beranggotakan anak-anak diatas umur. Di studio yang tidak begitu besar itu, seisi ruangan seakan tersihir dan begitu patuh pada satu komando. Dialah sang Floor Director (FD) yang membuat semua itu terjadi. Mulai dari anak-anak sampai pimpinan perusahaan baik disadari atau tidak selalu mengikuti semua arahan dari sang FD, mulai dari berdiri, bernyanyi, sampai tepuk tangan bersama-pun dilakukan penonton di studio tanpa ada rasa canggung.

Walau disiarkan secara Live, si FD begitu tenang dan santainya menjalankan apa yang menjadi tugasnya. Mungkin karena sudah sering dan berpengalaman dalam mengatur orang, acara di malam itu berjalan nyaris tanpa kendala. Setiap perpindahan dari segmen ke segmen terasa begitu lancar dan penontonpun menikmati setiap detil acaranya (setidaknya dari pandangan saya). Sesekali canda dari FD menjadi hiburan tesendiri bagi penonton yang hadir di studio, mulai dari candaan yang ga penting sampai candaan yang [lebih] ga penting lagi selalu terlontar ketika iklan sedang tampil di televisi.

Kalau ditilik secara lebih mendalam, beberapa dari kita sering tergabung dalam panitia kecil, minimal di lingkungan keluarga kita sendiri, walau cuma sekedar panitia Arisan Keluarga. Sama seperti sang FD diatas, dia adalah satu diantara banyak panitia yang bertanggung jawab penuh terhadap suatu acara. Kerja sama tim yang solid, susunan acara yang bagus, dana yang cukup, dibarengi dengan jobdesk yang jelas, serta ditunjang alat komunikasi dan sarana prasarana yang memadai membuat semua hal diatas bisa terlaksana dengan baik.

Pernah [dan sering] penulis dihadapkan pada kondisi minimal, dimana suatu acara yang harusnya dikerjakan banyak orang, harus dikerjakan beberapa gelintir orang saja. Mulai dari menjadi seksi acara, seksi perlengkapan, sekaligus merangkap sebagai seksi konsumsi. Kata seorang teman, “Siksa aja gue sekalian!!!” disertai pandangan matanya yang tajam, mengiris, menusuk, sekaligus menghujam jiwa!! (wahahaha, Lebaiii…). Tetapi terlepas dari itu semua, positifnya kita menjadi lebih tahu akan banyak hal, karena mau tidak mau kita telah mengalaminya sendiri, walau tidak dapat dipungkiri terjadi banyak kekurangan disana-sini, tetapi secara keseluruhan acara berjalan cukup lancar.

Teringat pesan dari salah satu pegawai disini,
“Kalau kerja disini, semua kerjaan harus bisa, dari mulai yang menggunakan otak sampai dengan yang menggunakan otot!”.

Heuuum..kalau kata gue siihh, “Oke Coooyyy” hehehhe… []

Meet People!!!

Posted in Bincang Bebas, The Journey with tags , , , , on June 30, 2009 by abah

Harus melakukan perjalanan dari kota ke kota memaksa tubuh ini selalu bertemu dengan hal-hal yang baru. Mulai dari bertemu dengan orang-orang yang baru serta logat bahasa yang berbeda, keadaan cuaca yang agak sedikit berbeda dengan di Jakarta, dan tentunya makanan khas yang berbeda pula. Hal-hal yang unik, inspiratif, dan terkadang lucu menjadi ilmu baru yang membuat pikiran ini kembali segar ditengah-tengah tuntutan pekerjaan yang seakan tiada henti membebani fikiran dan badan ini.

Gorontalo, kota yang terletak di Sulawesi ini mengenalkanku pada sosok Pak Haji, seorang yang begitu santun dan penuh semangat. Beliau adalah mantan penyuluh program KB di jaman Pak Harto dulu. Tempat tinggalnya yang cukup jauh dari lokasi acara tak meruntuhkan niatnya untuk datang menghadiri acara yang kami laksanakan. Menurut panitia daerah yang bersama kami, si Bapak ini berangkat paling tidak sekitar pukul 5 pagi dari rumahnya, harus berganti angkutan minimal dua kali, dan memerlukan biaya setidaknya Rp. 75.000,- (–seingat saya, perjalanan dari Bandung-Solo bisa ditempuh dengan hanya Rp. 70.000,- saja). Dari beliau aku tahu bahwa daerah tempat tinggal beliau belum dialiri listrik, dan beliau pun belum mampu mengoperasikan Komputer, tapi anehnya beliau sudah punya Laptop!!!

Palangka Raya, produk andalan di kota ini adalah Ikan Patin, Rotan, dan Batu-batuan mulia. Daerah yang terletak di Kalimantan Tengah ini cukup ditempuh satu jam saja dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Walau sama-sama terletak di Kalimantan dan sama-sama mempunyai Bandar Udara, perjalanan dari Palangka Raya menuju Pontianak via udara tidak bisa dilakukan secara langsung. Bagi yang ingin melakukan perjalanan menggunakan pesawat udara harus singgah ke Jakarta dahulu baru setelah itu melanjutkan penerbangan ke Pontianak. Dan apa yang aku temukan di Palangka Raya tak pernah terbersit sedikitpun di pikiran ini sebelumnya. Di Jawa, kita sering memakan Rebung, disini saya memakan Sup Rotan!!!

Kediri, untuk menuju ke kota di Jawa Timur ini, kita harus menggunakan angkutan darat, karena tidak ada bandara di kota ini. Setidaknya 4 jam dibutuhkan untuk melakukan perjalanan dari Bandara Juanda Surabaya menuju kota ini. Dari sopir travel yang mengantarkan kami ke Kediri, aku tahu bahwa Pabrik Gudang Garam di kota ini mempunyai luas lahan hampir seperempat dari luas Kota Kediri itu sendiri. Dia berkata, kalau tidak ada pabrik ini mungkin Kediri akan menjadi kota yang sepi, dan yang tak kalah mengejutkan, di pabrik ini tidak pernah terjadi demo seperti di pabrik-pabrik lain, hal ini dikarenakan kesejahteraan karyawan pabrik sangat diperhatikan. Untuk diketahui, seorang Driver saja dapat mendapatkan THR setidaknya Rp. 10.000.000,- dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tapi hal itu masih belum mengejutkan dibandingkan seorang Bapak yang membahasa-inggriskan ‘Telur Ayam’ menjadi ‘Egg Chiken’!!!
.
.
Can’t wait for the next Journey, new People, and new Advanture… :D

dan si ‘Anak Ayam’-pun harus kehilangan [lagi]..

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , on June 22, 2009 by abah

[Tidak] Seperti kata pepatah, “Bagai anak ayam ditinggal induknya”, si ‘anak ayam’ yang satu ini terlihat lebih tegar tatkala harus ditinggal oleh seseorang yang sangat disayanginya. Berat memang apa yang harus dialaminya sehari kemaren, tetapi sorot matanya mengatakan bahwa dia harus kuat, dia harus sabar, dan yang terpenting dia harus ikhlas. Kejadian ini bukan kali pertama menimpanya, beberapa tahun silam-pun dia pernah merasakan hal yang sama, kehilangan salah satu orang terkasih..

“Dan yang menjadi juaranyaaa adalaah ‘Anak Ayam’, horeeee..” Plok..plok..plok…
Sebuah kalung berhiaskan dua buah roti beserta satu kado berisikan boneka anak ayam-pun berhasil Ia sabet dengan sukses. Dan suara riuh tepuk tangan-pun sekali lagi bergema di ruang nan sempit itu.. :)

Suasana dua hari yang lalu itu serasa begitu jauh berbeda dengan suasana keesokan paginya, canda tawa di sore itu berganti dengan derai air mata penuh duka. Hati ini seakan ikut merasakan bagaimana kelabunya pagi itu, ya Allah ampunilah dosa-dosa beliau, berikan beliau tempat yang layak disisi-Mu, dan bagi keluarga yang ditinggalkan berikan ketabahan serta keikhlasan dalam menghadapi ini semua.

Satu hal yang paling pasti di dunia ini adalah kematian, kita tak pernah tahu kapan sang malaikat maut akan mencabut nyawa kita, kita hanya dan harus ‘cukup siap’ saja dalam menghadapainya. Pertanyaannya, apakah sekarang kita sudah ‘cukup siap’??

Yang sabar ya nak.. Kita akan selalu disampingmu, menemanimu, berbagi sedih dan tawa ini…

When youre feeling sad and low
We will take you where you gotta go
Smiling, dancing, everything is free
All you need is positivity..

Just Spice up Your Life!!!!

Memory 6000

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey on May 8, 2009 by abah

“Aku pulang dulu yaa…”
“Oke, aku juga mau pulang lah..”
“Cici di jey..”
“Okeee, dikau Roma Irama yah..”
“Lho kok Rhoma Irama..”
“Daripada Cici di jey melulu, skali2 ganti Rhoma Irama donk,hehehe…”
“Ahahahah,orang gilaaa…. Udah ah,ga jadi pulang2 kita ntar…”
“Hihihih..ya udah lah… Camlikum….”
“Kumcalaaammm……”

Dengan berat kulangkahkan kaki ini keluar dari kantor yang sudah sepi penghuni, ough ternyata masih jauh perjalananku, masih sekitar seribu seratus tiga puluh tujuh langkah lagi untuk mencapai tempat tidurku nan empuk (Ceritanya sih ingin mensukseskan gerakan Anlene 1000 langkah per hari,hehehe…). Disepanjang jalan kulihat sebagian kecil gemerlap ibukota, kutemukan satu spot kecil yang cocok untuk diabadikan, “Suatu saat akan kubawa “dia” kesini ah..” pikirku dalam hati, wajah manis berpadu dengan gemerlap lampu dibelakangnya pasti akan menghasilkan potret yg luar biasa, ah senangnyaaa..

Kulanjutkan perjalananku dengan tetap pikiranku menembus ruang dan waktu, mencari ide-ide dan inspirasi dalam hidup ini –jiaaahhh bahasanya, dah berasa kek pujangga aja ini–. Kuterus berjalan melewati trotoar itu, sesekali kulihat orang yang sama denganku, baru pulang dikala malam, sekelompok wanita karier berjalan beriringan, sesekali keluar canda dan gelak tawa dari mulut mereka, ada juga yg sibuk dengan telepon selularnya, mungkin sedang ditelpon pacarnya kali…

Sambil terus mengamati detil demi detil kejadian yg terjadi di sepanjang jalan, kutetap langkahkan kaki ini, step by step, alon-alon waton klakon, gremat-gremet pokoke slamet, sengaja kaki ini melangkah slowly but sure karena udara malam ini begitu sejuk dan lembut, terpaan angin ke wajah seakan mengalahkan dinginnya AC di rumah, dan bisa menghapus [sejenak] polusi ibukota yang semakin dahsyat dari hari ke hari.

Kuhentikan langkah kakiku di sebuah warung “remang-remang”, tidak ada lampu yang menyala di warung tersebut, hanya sebuah lilin kecil yang menyala di sela-sela bumbu-bumbu dan nasi yang akan digunakan untuk membuat nasi goreng. Ah, sewaktu aku datang lilinnya juga mati, alhasil sumber cahaya pun hanya didapat dari lampu jalan yg sedikit menerangi dari kejauhan ditambah dengan sorot mobil dan motor yang berlalu lalang di hadapannya.

“Bang, nasi goreng satu yah, yang asin..” –*kek mau pengen cepet kawin aja,hahaha…–

“Telornya?? Dipisah ma dicampur mas?”

“Dipisah aja bang, takutnya klo disatuin entar berantem ma nasinya..”, –*begitu candaku, hehehe…–

“Ah, si mas bisa aja….. Tunggu sebentar ya mas.” *sambil terkekeh dan langsung meracik bumbu buat nasi goreng pesananku…

Tak lama kemudian, datanglah pesananku, sepiring nasi goreng, dengan telur yang sudah dipisah tentunya, hehehe.. Mulailah kulahap apa yang sudah tersedia dihadapan saya, tinggal “Lheeep” kata Dedi Mizwar dalam salah satu iklannya. Deeeg, berhenti sejenak rahang ini mengunyah apa yang sudah ada di mulut, dan sekali lagi anganku menembus ruang dan waktu, kembali ke masa dimana aku berada di desa kecil di lereng gunung Lawu. Rasa itu serasa membuncah, menggeliat, dan menebarkan aroma khas masakan mBah Putri di kampung. Tangan beliau seakan belum kehilangan kesaktiannya dalam meracik masakan, pun hingga saat ini, beliau masih menyajikan masakan ala pedesaan yang rasanya begitu sedap, yang selalu dinantikan cucunya, bahkan anak-anaknya sekalipun.

Sayangnya teknik memasak beliau hanya diturunkan kepada budhe, sedangkan ibuku mempunyai teknik memasak yang berbeda. Setelah diusut lebih dalam, ternyata semasa kecil, ibu dan adik2nya yg berjumlah 5 orang dilarang masuk ke dapur. Sedikit kaget juga memang, dimasa seperti anak perempuan dilarang masuk kedapur. Ternyta alasannya cukup simple, karena takut makanan yang dimasak waktu itu tidak utuh lagi, maklum di kala itu kehidupan kakek dan nenek terbilang cukup sederhana, Kakek yang hanya seorang penjaga SD dan Nenek yang seorang pedagang di pasar hidupnya cukup pas-pas-an, ditambah dengan 6 orang anak yang menjadi buah hati mereka.

Hari ini tak terasa, memory itu kembali hadir di sela-sela kehidupanku di ibukota, dan ternyata harga sebuah memory itu cukup enam ribu rupiah saja,tidak mahal!!! Selesai membayar kepada si Abang, langkah kakiku menjadi bersemangat kembali, menyongsong hari esok yang lebih baik, semoga..

.
.
.
*Hari ini, semalam yang lalu…

Writing Tresno Jalaran Soko Kulino..

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , , , , , , on May 4, 2009 by abah

Berawal dari kondisi “Mati Gaya” pagi ini, jadilah terpikirkan bagaimana cara mencairkan otak yang sedang beku ini,hohoho… Setelah berkutat dan berpikir begitu lama (kek-nya emang akibat beku itu tadi sih,makanya lama,haha…), akhinya tercetuslah judul tersebut diatas!!
Sebagian besar orang pasti sudah tau darimana judul tersebut diplesetkan. Yaps benaaar, berawal dari falsafah orang jawa, “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” yang berarti “Adanya Cinta karena Biasa”. Mungkin begitu juga kali ye untuk urusan tulis menulis, jadi suka menulis emang karena setiap hari otak kita dilatih untuk menulis,bukan buat bengong,haha…
Sekedar menulis bukan berarti menulis sekedarnya, kita harus mempunyai banyak informasi tentang apa yang mau kita tulis, dan membaca adalah salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan informasi. Tentu saja masih banyak hal yang bisa kita gunakan untuk bisa menghasilkan tulisan yang berbobot, dahsyat, fenomenal, terakreditasi, dan berimbang..(Lebaaaiii,haha..)..
Karena ketiadaan media informasi visual (baca -tipi). maka akhir-akhir ini perhatian saya banyak tercurahkan ke radio, selain media internet yang menjadi makanan pokok untuk mengetahui informasi setiap hari. Tepatnya couple weeks ago, saya mendengarkan Talk Show yang bertajuk, “Indonesia Strong from Home”, sebuah Konsep yang digagas oleh Ayah Edi (Parenting Consultant and Holistic Learning), sebuah konsep yang sederhana tapi luar biasa.. Berikut sedikit kutipan dari beliau :

Seandainya saja setiap orang tua di tanah air “mau” dan “mampu” mendidik anak-anaknya dengan baik di rumah, maka Indonesia akan menjadi kuat dengan sendirinya tanpa perlu konsep yang mahal, rumit dan berbelit-belit.

Mari kita Bangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga melalui anak-anak kita tercinta dirumah

Berharap tulisan ini bisa sedikit membantu meng-kampanye-kan konsep2 beliau dalam mendidik anak Indonesia secara baik dan benar, sehingga bangsa ini jg bisa bangkit seiring dengan semakin kacaunya dunia persilatan di era sekarang ini..

Nak, belajar dulu ama Bunda yah, Ayah cari duit dulu di kota… :)

Buletin Board

Posted in Bincang Bebas, Cerita Pendek, The Journey with tags , on December 31, 2008 by abah

Use the Bulletin Board to post messages (such as questions, party invites, event information, romance issues, etc.) to all of your friends. The Bulletin Board will show you messages from your friends and Fan Profiles.

Yaph!! Begitulah sedikit deskrepsi tentang Bulletin Board ato yang lebih enak disebut dengan BulBo. Selama ini Bulbo sangat populer di jejaring sosial bertajuk friendster. Biasanya teman-teman yg bergabung di FS menggunakan BulBo ini untuk menyebarkan isu2 yg sedang hangat, undangan, atau sebagai ajang curhat untuk mengungkapkan isi hati dari para penggunanya, dan yg tidak kalah menarik adalah penggunaannya sebagai ajang tanya jawab yg beruntun.

Bagi saya sendiri, lebih sering menggunakan BulBo buat ajang tanya jawab seperti itu. Sempet kepikiran juga, siapa sih yang bikin pertanyaan2 iseng itu, kok ya niat amat, wong aku aja ndak sebegitu niatnya,hehehe..
Yang asik dari BulBo ini adalah jika banyak yang ikut serta menjawab pertanyaan2 tersebut, begitu bervariasinya jawaban sehingga membuat yang membaca terkadang tergeleng2 maupun terkekeh2 sendiri karen membaca jawaban yg konyol sekali,hahaha..

Tapi tidak dapat dipungkiri, BulBo dengan jenis ini sudah tidak begitu populer diakhir 2008 ini, sempet hebohnya sih di tahun 2007 kemaren, hampir setiap hari setidaknya minimal satu ekor BulBo saya isi, yang semata-mata hanya untuk mengobati kecanduan akan sifat addict untuk mengutarakan hal-hal konyol yg bisa membuat teman-teman tertawa, lebih tepatnya membuat “si dia” tersenyum lebar.. :p

Yang lebih membuat saya kaget, ternyata penggemar BulBo saya waktu itu bukanlah “si dia” semata. Ketika pada akhirnya saya berpisah dengan “si dia”, maka aktivitas mengisi BulBo pun makin berkurang setiap harinya, sampe suatu saat ada temen yg komplen, “Kok ga ngisi BulBo lagi? Kan aku mengikuti BulBomu…”!!!
Jeggweeeerr, serasa petir menyambar di siang bolong, wakaka..
Bahkan seminggu yg lalu pun teman kost-an ada yg bertanya, kenapa kok dah ga sering ngisi BulBo lagi..
Bukan apa2 sebenernya, tapi kenapa yg komplen itu cowok lagi cowok lagi, heran saiyah, hahahah.. :D

But, tidak tahu kenapa pagi ini ada BulBo seperti itu yg muncul lagi, dan tak pelak serta tanpa menunggu lama langsung deh kuisi dan selanjutnya ku publish dengan harapan mengobati rasa rindu dari para penggemarku, hayah… :p

Berikut cuplikan, eh bukan cuplikan denk, tapi isi lengkap dari BulBo tadi pagi, dengan judul “Bring Bek Memoriis”

- apa ada yang spesial d bln january?
__Mamihku melahirkan anak pertamanya..
.
- Feb, valentine yang paling berkesan?
__Valentino Djatmiko,uuuhh cowok lagi cowok lagi,wakakakak…
.
- March,3 org yg u kenal ultah d maret ?
__Mas Sumanto, Ki Joko Bodo, ama Riyan pacarnya Noval :) )
.
- April, pernah ikutan festival hari kartini?
__seingatku sih pernah,tp abis itu dimarahin mama,hahaah..
“Nak,kamu kan cowok,ngapain pake kebaya!!!”
Doeeenngggg…. :p
.
- May,last mei ngapain?
__Ditanya mau merid kapan,jawabannya tentu May donk… :p
.
- June, 6 must have item yg U banget
__Wig,catok rambut,kutek,make up,gaun,high heels..
Waaaakss,kek mau mangkal ajah.. :D
.
- July,pernah pacaran sama co/ce yg ultah d juli?
__Joko keknya lahir di bulan juli,xixixi..
.
- August, indonesia merdeka kapan?
__ketik Reg <sepasi> Primbon dulu deh.. :p
.
- Sept,mengingatkan kamu pada apa?
__seingatku abis September itu Oktober :D
.
- Oct, ada apa?
__Seseorang berkenalan dengan Kingkong :p
.
- Nov, hal apa yg paling kamu harapkan
__wen ai mis her, si is not missing..
.
- Dec, planing taun baruan dmn?
__Di kost-an,sholat tobat ma sholat tahajud :) )
.
.
.
- Senin, do u hate monday?
__ai lek mundei..
.
- Selasa, apa yg special?
__ulang tahun kucing tetangga hari selasa noh..
.
- Rabu, rabu ini ngapain aja?
__jadi model iklan layanan masyarakat :)
.
- Kamis, menurutmu…
__berarti ntar malem malam jumat,saatnya mandi kembang 7 rupa,hahha..
.
- Jumat, adalah hari yang…
__hari yang jumatan :p
.
- Sabtu, biasanya ngapain?
__istirahat,setelah 5hr sebelumnya kebanyakan shooting untuk sinetron kedjar tayang.. :) )
.
- Minggu, seringnya ngapain?
__nYiapin keperluan buat Upacara hari senin besok,hahahaha… :D

.

.

Pada akhirnya,

WISHING YOU THE VERY BEST IN
╔══╦══╦══╦══╗
╚═╗║╔╗║╔╗║╔╗║
╔═╝║║║║║║║╚╝║
║╔═╣║║║║║╠═╗║
║╚═╣╚╝║╚╝╠═╝║
╚══╩══╩══╩══╝
¤ø„¸¨°º¤ø„¸ ¸„ø¤º°¨¸„ø¤º°¨
¨°º¤ø„¸ HaPpY ¸„ø¤º°¨
¸„ø¤º°¨ NeW yEaR“°º¤ø„¸
¸„ø¤º “°º¤ø„¸ ¤ø„¸¨°º¤ø„¸¸„

..Hepi Mader Dei 1429 H..

Posted in Bincang Bebas, The Journey with tags , , , on December 22, 2008 by abah

Hari ini, [seharusnya] seluruh ibu-ibu di dunia merayakan Hari Ibu, entah siapa yg pertama kali mencetuskan diresmikannya tanggal 22 Desember ini sebagai hari ibu, siapa??? Hayooo ngaku, siapa???? :)

Tergelitik dengan status seorang teman yang menulis “Mbokku ngerti ga ya klo hari ini hari Emak..??”, yang klo diartikan dalam bahasa Indonesia kira-kira artinya “Ibuku tahu ga yah, klo hari ini hari ibu..?”. Sederhana memang, tapi khusus di Indonesia status ini sekiranya pantas dipertanyakan. Seberapa banyak sih, ibu-ibu di Indonesia tau bahwa hari ini mereka merayakan hari ibu? Apa sih yang mereka dapet dari merayakan hari ini??

Saya sendiri juga masih belum paham benar bagaimana harus memaknai hari ibu ini, khusus bagi saya, cukuplah sebuah SMS (baca : Surat Model Sekarang) terkirim buat bunda tersayang yang ada di Kutha Solo sana..
“Ibu’, ngaturaken Selamet Dinten Ibu, mugi2 ibu diparingi kesarasan lan kesehatan.. Sorry,keng Putro dereng saget Sowan.. Salam bwt Bapak di Rumah ya bu’.. Aku sayang Ibu’…”

Tulisan ini semata-mata hanya untuk mengingatkan kita, khususnya saya bahwa selama ini masih banyak kelakuan nakal saya terhadap ibu, banyak ga mendengarkan kata-kata beliau, dan sering membuat beliau naik pitam. Bu, maafkan anakmu ini..

Selamat Hari Ibu, buat seluruh Ibu di muka bumi ini..

Jayalah terus Ibu-ibu.. :) )
.
.
.
Teriring ucapan Selamat Ulang Tahun kepada :

#Mba’ Ui..
Sepengetahuan saya, ibu satu ini jago bikin baju, so klo ada ibu-ibu yg pengen dibikinin baju, kontact beliau ajah. Dijamin murah meriah suami sumringah :) )
mBa’e,selamat Ultah yah.. Khusus bwt sampean selain hari ini adalah hari ibu, aku canangkan hari ini adalah Hari Ui Nasional untuk daerah bandung dan sekitarnya,hehehe…
Semoga usahanya lancar yah, biar kita dapet orderan lagi :) )
Dan semoga three Whises and three Loves-nya tercapai…
Trus buruan menempuh hidup baru deh.. Hihihih…

ui*mba’e yg baju merah.. :p

#de’ DeeNa
Ini ade’ku satu2nya, kebetulan UlTahnya besok, tgl 23 Des…
Selamet Ultah Yu…
Semoga tambah dewasa, ndak sakit2an, ndak ngambekan, Lepinya nurut sama yg punya, trus skripsinya kelar dech… :) )
Luv You…

deena

#Mama Nindit
Mama nanda ini tanteku, yg ngurusin aku sejak kecill…
Mba’, selamat ultah ya bwt tgl 26 Desember ntar..
Semoga makin jadi ibu yg baik Buat Nindit ama adiknya kelaak…
Amien….

*khusus mama nindit, fotonya belum ada.. :P